The Proggiehouse
To Think To Share To Move Progressively!

Apr
15

Artikel ini didapat dari: http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Prioritas/PerbaikiDiri.html

MEMPERBAIKI DIRI SEBELUM MEMPERBAIKI SISTEM

DI ANTARA prioritas yang dianggap sangat penting  dalam  usaha

perbaikan   (ishlah)   ialah   memberikan  perhatian  terhadap

pembinaan  individu   sebelum   membangun   masyarakat;   atau

memperbaiki  diri  sebelum  memperbaiki  sistem dan institusi.

Yang paling tepat ialah  apabila  kita  mempergunakan  istilah

yang  dipakai  oleh  al-Qur’an yang berkaitan dengan perbaikan

diri ini; yaitu:

“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu

kaum sehingga mereka mengubah keaduan yang ada pada

diri mereka sendiri…” (ar-Ra’d: 11)

Inilah  sebenarnya  yang  menjadi  dasar  bagi  setiap   usaha

perbaikan,  perubahan,  dan pembinaan sosial. Yaitu usaha yang

dimulai dari individu, yang menjadi  fondasi  bangunan  secara

menyeluruh.  Karena  kita tidak bisa berharap untuk mendirikan

sebuah  bangunan  yang  selamat  dan  kokoh  kalau   batu-batu

fondasinya keropos dan rusak.

Individu   manusia   merupakan  batu  pertama  dalam  bangunan

masyarakat. Oleh sebab itu, setiap usaha yang diupayakan untuk

membentuk  manusia  Muslim yang benar dan mendidiknya –dengan

pendidikan Islam yang sempurna– harus diberi  prioritas  atas

usaha-usaha  yang  lain. Karena sesungguhnya usaha pembentukan

manusia Muslim yang sejati sangat diperlukan bagi segala macam

pembinaan  dan  perbaikan.  Itulah  pembinaan  yang  berkaitan

dengan diri manusia.

Sesungguhnya pembinaan manusia secara individual untuk menjadi

manusia yang salih merupakan tuga utama para nabi Allah, tugas

para khalifah pengganti nabi, dan para pewaris setelah mereka.

Pertama-tama yang harus dibina dalam diri manusia ialah  iman.

Yaitu  menanamkan  aqidah  yang  benar  di dalam hatinya, yang

meluruskan pandangannya terhadap  dunia,  manusia,  kehidupan,

dan  tuhan  alam semesta, Pencipta manusia, pemberi kehidupan.

Aqidah  yang  mengenalkan  kepada  manusia  mengenai  prinsip,

perjalanan dan tujuan hidupnya di dunia ini. Aqidah yang dapat

menjawab pelbagai pertanyaan yang  sangat  membingungkan  bagi

orang  yang  tidak  beragama:  “Siapa  saya? Dari manakah saya

berasal? Akan kemanakah perjalan hidup saya? Mengapa saya  ada

di  dunia  ini?  Apakah  arti hidup dan mati? Apa yang terjadi

sebelum adanya kehidupan? Dan apakah yang akan terjadi setelah

kematian? Apakah misi saya di atas planet ini sejak saya masih

di alam konsepsi hingga saya meninggal dunia?

Iman  –bukan  yang  lain–  adalah  yang  memberikan  jawaban

memuaskan  bagi  manusia  terhadap pertanyaan-pertanyaan besar

berkaitan dengan perjalanan hidup manusia itu.  Ia  memberikan

tujuan,  muatan makna, dan nilai bagi kehidupannya. Tanpa iman

manusia akan menjadi debu-debu halus yang  tidak  berharga  di

alam wujud ini, dan sama sekali tidak bernilai jika dihadapkan

kepada kumpulan benda di alam semesta yang sangat besar.  Umur

manusia   tidak   ada  apa-apanya  kalau  dibandingkan  dengan

perjalanan geologis yang berkesinambungan pada  alam  semesta,

dan  yang  akan  terus  berlangsung  dan  tidak akan berakhir.

Kekuatan Manusia tidak akan ada apa-apanya kalau  dibandingkan

dengan  pelbagai  kejadian  di  alam  semesta  yang  mengancam

keselamatannya; seperti: gempa  bumi,  gunung  meletus,  angin

ribut,  banjir,  yang  merusak  dan  membunuh  manusia. Ketika

berhadapan dengan  pelbagai  peristiwa  alamiah  itu,  manusia

tidak  dapat  berbuat  apa-apa,  walaupun  dia  mempunyai ilmu

pengetahuan, kemauan, dan teknologi canggih.

Selamanya, iman merupakan  pembawa  keselamatan.  Dengan  iman

kita  dapat  mengubah  jati diri manusia, dan memperbaiki segi

batiniahnya. Kita tidak dapat menggiring manusia seperti  kita

menggiring  binatang ternak; dan kita tidak dapat membentuknya

sebagaimana kita membentuk peralatan rumah tangga yang terbuat

dari besi, perak atau bijih tambang yang lainnya.

Manusia  harus  digerakkan  melalui akal dan hatinya. Ia harus

diberi kepuasan sehingga  dapat  merasakan  kepuasan  itu.  Ia

harus  diberi petunjuk agar dapat meniti jalan yang lurus; dan

ia harus digembirakan dan diberi peringatan,  agar  dia  dapat

bergembira dan merasa takut dengan adanya peringatan tersebut.

Imanlah  yang  menggerakkan  dan  mengarahkan  manusia,  serta

melahirkan  berbagai  kekuatan  yang  dahsyat  dalam  dirinya.

Manusia tidak akan  memperoleh  kejayaan  tanpa  iman.  Karena

sesungguhnya  iman  membuatnya  menjadi  makhluk  baru, dengan

semangat yang baru, akal baru,  kehendak  baru,  dan  filsafat

hidup  yang  juga  baru. Sebagaimana yang kita saksikan ketika

para ahli sihir Fir’aun beriman kepada  Tuhan  nabi  Musa  dan

Harun.  Mereka  menentang kesewenangan Fir’aun, sambil berkata

kepadanya dengan penuh ketegasan dan kewibawaan:

“… maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan.

Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada

kehidupan di dunia ini saja… (Taha: 72)

Kita juga dapat  melihat  para  sahabat  Rasulullah  saw  yang

keimanan  mereka  telah memindahkan kehidupan Jahiliyah mereka

kepada  kehidupan  Islam;  dari   penyembahan   berhala,   dan

penggembalaan  kambing  kepada  pembinaan  umat  dan  menuntun

manusia kepada petunjuk Allah SWT, serta  mengeluarkan  mereka

dari kegelapan kepada cahaya.

Selama  tiga  belas  tahun  di  Makkah  al-Mukarramah, seluruh

perhatian dan kerja-kerja Nabi saw  –yang  berbentuk  tabligh

dan  da’wah–  ditumpukan  kepada  pembinaan  generasi pertama

berdasarkan keimanan.

Pada  tahun-tahun  itu  belum  turun  penetapan  syariah  yang

mengatur  kehidupan  masyarakat,  menetapkan hubungan keluarga

dan hubungan sosial, serta menetapkan  sanksi  terhadap  orang

yang   menyimpang  dari  undang-undang  tersebut.  Kerja  yang

dilakukan oleh al-Qur’an dan  Rasulullah  saw  adalah  membina

manusia  dan  generasi  sahabat  Rasulullah  saw, mendidik dan

membentuk mereka, agar mereka dapat menjadi pendidik di  dunia

ini setelah kepergian baginda Rasul.

Dahulu,  rumah  Al-Arqam  bin  Abi  al-Arqam memainkan peranan

untuk itu. Kitab suci Allah SWT  diturunkan  kepada  Rasul-Nya

sedikit  demi  sedikit sesuai dengan kasus-kasus yang dihadapi

pada saat itu; agar dia membacakannya  kepada  manusia  secara

perlahan-lahan,  untuk  memantapkan keyakinan hati mereka, dan

orang-orang yang beriman kepadanya. Nabi saw menjawab berbagai

pertanyaan  orang  musyrik  pada  waktu  itu dengan mematahkan

hujah-hujah mereka, sehingga hal  ini  sangat  besar  perannya

dalam  membina  kelompok  orang-orang beriman, memperbaiki dan

mengarahkan perjalanan hidup mereka. Allah SWT berfirman:

“Dan al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan

berangsur-angsur agar kamu membacakannya

perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya

bagian demi bagian. (al-Isra,: 106)

“Berkatalah orang-orang kafir: “Mengapa al-Qur’an itu

tidak diturunkan kepadanya sekaligus saja?”

Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan

Kami membacakannya kelompok demi kelompok. Tidaklah

orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa)

sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu

suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.”

(al-Furqan: 32-33)

Tugas terpenting yang mesti kita lakukan pada hari ini apabila

kita  hendak  melakukan  perbaikan  terhadap keadaan umat kita

ialah melakukan permulaan yang tepat,  yaitu  membina  manusia

dengan  pembinaan  yang  hakiki  dan  bukan hanya dalam bentuk

luarnya  saja.  Kita  harus  membina  akal,  ruh,  tubuh,  dan

perilakunya  secara  seimbang.  Kita  membina  akalnya  dengan

pendidikan; membina ruhnya dengan ibadah;  membina  jasmaninya

dengan  olahraga;  dan  membina perilakunya dengan sifat-sifat

yang mulia. Kita dapat membina kemiliteran  melalui  disiplin;

membina  kemasyarakatannya  melalui  kerja sama; membina dunia

politiknya dengan penyadaran. Kita harus  mempersiapkan  agama

dan  dunianya secara bersama-sama agar ia menjadi manusia yang

baik,  dan  dapat  mempengaruhi  orang  untuk  berbuat   baik,

sehingga  dia  terhindar  dari  kerugian di dunia dan akhirat;

sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar

berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang

beriman dan mengerjakan amal saleh dan

nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan

nasihat- menasihati supaya menetapi kesabaran.”

(al-‘Ashr: 1-3)

Usaha itu tidak dapat dilakukan dengan  baik  kecuali  melalui

pandangan  yang menyeluruh terhadap wujud ini, dan juga dengan

filsafat hidup yang jelas,  proyek  peradaban  yang  sempurna,

yang  dipercayai  oleh  umat, sehingga ia mendidik anak lelaki

dan perempuannya dengan penuh keyakinan, bekerja sesuai dengan

hukum yang telah ditentukan dan berjalan pada jalur yang telah

digariskan. Bagaimanapun, semua institusi yang  ada  di  dalam

umat  (masjid  dan universitas, buku dan surat kabar, televisi

dan radio) mesti melakukan  kerja  sama  yang  baik,  sehingga

tidak  ada  satu  institusi yang naik sementara institusi yang

lainnya tenggelam, atau ada satu perangkat yang  dibangun  dan

pada  saat yang sama perangkat lainnya dihancurkan. Pernyataan

di atas dibenarkan oleh ucapan penyair terdahulu:

“Dapatkah sebuah bangunan diselesaikan; Apabila engkau

membangunnya dan orang lain menghancurkannya?”

——————————————————

FIQH PRIORITAS

Sebuah Kajian Baru Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah

Dr. Yusuf Al Qardhawy

Robbani Press, Jakarta

Cetakan pertama, Rajab 1416H/Desember 1996M

Mar
29

Terkadang menengadah keatas dimalam hari dalam suatu perjalanan panjang ada gunanya. Hanya ada satu bintang yg dijadikan patokan dari sekumpulan bintang, tujuannya adalah untuk mengetahui arah kemana lagi harus melangkah. Mungkin satu bintang itu bintang yg redup atau terlalu kecil, tapi satu bintang itulah patokan terhadap proses perjalanan panjang ini. Mensyukuri-Nya adalah keindahan mensyukuri terhadap bintang redup dan terlalu kecil itu. Paling tidak dia adalah bintang yg bercahaya dipekatnya lagit biru.

Lupa adalah sifat alamiah yg sudah di-kode-kan dari sananya. Olehkarena itu diam sejenak ketika agak lelah kemudian memandang langit ada gunanya. Tak perduli seberapa sulit perjalanan ini ditempuh, seberapa keras perjalanan ini ditempuh, ketika memandang nya dan menyaksikan kebesaran-Nya maka ada lagi kekuatan untuk meneruskan perjalanan ini dengan mantap.

Menatapmu adalah anugerah , melihat fakta bisu akan tanda-tanda kebesaran-Nya sungguh tak ada daya sedikitpun dari mahluk hina ini. Tak ada yg sanggup mencapai bintang karena jika ada yg pernah mencapai bintang maka tidak lagi menarik bintang itu. Justru adalah menarik jika terus berjalanan dengan keyakinan pada suatu tujuan dengan berpatok pada bintang kecil dilangit yg biru pekat, sampai jatah umur didunia habis.

Mar
13

Setelah berputar-putar seharian sehingga ketika lelah malam ini, raungan distorsi gitar yg dimainkan Satriani memang luar biasa. Home itu judul lagu nya. Mata terpejam semua jiwa menyelam ke alam yang satu kemudian berkumpul.. ada kedamaian disana ..ada kehangatan disana…ada terang…ada kekuatan disana, tersembunyi tapi menyala-nyala. Tak disangka ada rumah semacam itu, namun faktanya adalah ada.

 

Mar
11

Jangan sepelekan hal yang sepele. Pepatah lama itu berlaku dimana-mana termasuk diranah mikroelektronik. Baru-baru ini sy menemukan akar dari permasalahan  ketika mengerjakan proyek AVR.

Asal Usulnya begini, tujuan dari proyek AVR yang dikerjakan adalah untuk menjenerate sinyal dalam order KHz. AVR yang digunakan adalah ATMEGA 8L-16PU. Fasilatas register AVR yang digunakan adalah 16 bit Timer 1A/B dan register Output Compare(OCR). Mode Wave Generator yang di-setting adalah mode 9 (PWM Fast, Frequency Correct) dimana keluarannya melalui pin OC1A atau pin 15.

Langkah selanjutnya adalah men-set nilai register output compare pada OCR 1 byte dengan nilai maksimum 255. Penentuan nilai OCR ini akan menentukan frekuensi yang kita inginkan, dengan menggunakan persamaan dibawah solusi bisa didapatkan :

OCRn = [ F_clk/(2*N*F_des) ] – 1                 (Rumus 1)

dimana ::  F_clk = Frekuensi Clock yg digunakan ; N = Prescaller Clock ; F_des = Frekeunsi yg ingin dihasilkan.

Pada prakteknya Sumber Clock nya adalah eksternal oleh Crystal 8 MHz , Pre-Scale nya 1, dan frequency yang diinginkan sebesar 17 KHz. Dengan memasukan nilai dari parameter rumus diatas didapatlah bahwa nilai register yang harus di-isikan adalah 118 desimal.

Teknik tersebut telah teruji sampai…

ketika klien minta dibuatkan ulang dengan chip yg lain yg sejenis, tanpa pikir panjang lagi sy download hex program yg lama kedalam chip yg baru namun hasilnya tidak sama…frekuensi yg dihasilkan terlalu rendah sampai akhirnya disimpulkan bahwa F_clk sistem menurun sampai 500 KhZ !!! Lantas chip-nya lah yg dikambinghitamkan sampai akhirnya memesan ke-digi key namun, tetap saja hasilnya sama.

Karena sudah saturasi akhirnya pandangan bahwa chips yg bermasalah dipertanyakan kembali, bukan hal yg gampang merubah pandangan ini mengingat didukung oleh fakta bahwa di-chip sebelumnya yg di-impor dari luar berjalan dengan baik. Beruntunglah krn ditemukan satu chip lokal yg pernah diprogram sebelumnya,  dialah ‘black swan’ chip lokal .

Ketika melihat ‘angsa hitam’ ini akhirnya teringat bahwa prosedure memprogram file hex nya adalah berbeda saat pertama dan sekarang. Perbedaan mencoloknya adalah dahulu tidak digunakan AVR Burn-O-Mat untuk memprogram chip. Besar dugaan fuses-lah biang keroknya.

Contoh tampilan edit fuses pada AVR Burn-O-Mat

 

Fuses digunakan untuk memprogram konfigurasi dari bit-bit tertentu dalam hal ini adalah konfigurasi bit-bit clock pada AVR. Dipikirnya kondisi default bit-bit clock AVR Burn-O-Mat adalah konfigurasi untuk sumber clock eksternal, namun nyatanya tidak. Sebaliknya, konfigurasi default dari AVR Burn-O-Mat clock yg diimplementasikan adalah clock internal, pantas saja frekuensi clock nya tidak sama dengan frekuensi kristal yg diterapkan.

Setelah fuse dituliskan bukan dengan konfigurasi default hasilnya……begitulah akar permalahan ditumpas.

Perkara ini disepelekan karena secara historis belum pernah menemukan masalah yg diakibatkan oleh fuse, ketika melakukan programming kode-kode hex .

Sekalilagi nilai moral yg bisa diambil adalah: Jangan Sepelekan hal yg Sepele.

Feb
26

Bill Gates pernah menulis buku yang sangat inspiratif yang berjudul ‘the road ahead’, namun sy tidak akan bercerita mengenai buku itu karena sy ingin mengomentari perjalanan kecil kemarin. Baik saya maupun Bill Gates sama-sama sepakat bahwa untuk mencapai tujuan harus menempuh perjalanan dan memilih jalan dengan tepat. Bagaimana mungkin ingin pergi ke Jampang jika jalan menuju kesana tidak tahu dan tidak dicari tahu ? Jika cukup tahu rute jalan yang dimaksud maka  rute mana yang harus dipilih ?

Ada kisah lucu, judul cerita sy tidak tahu rute jalan menuju ke sebuah kota yg dituju sehingga hanya mengandalkan petunjuk jalan saja. Kemudian dijalan dikota tempat bertolak terlihat petunjuk yang memberitahukan tentang ‘arah menuju pintu tol’ , spontan saja sy mengantre untuk masuk ke pintu gerbang tolnya. Namun  tiba-tiba kendaraan dibelokan kearah kiri dan memutuskan untuk tidak mengambil lintasan tol. Pertimbangannya adalah karena ragu apakah lintasan tol ini tersambung dengan lintasan tol lain yang merutekan ke kota tujuan. Maka cara aman yang dipilih adalah jangan dulu masuk lintasan tol, disamping itu ada keyakinan yang mengatakan bahwa sekali masuk tol maka susah untuk keluar dan resiko ini tidak mau diambil.

Walhasil sy hanya bisa nyengir karena jalan didepan sedang mengalami traffic jam yang luar biasa padat, sebaliknya lintasan sebelah yg merupakan lintasan tol yg ingin dipilih sebelumnya kondisinya lowong. Namun apa daya penyesalan tidak berguna mau bagaimanapun bentuk apresiasi rasa penyesalan tetap tidak berguna, mungkin nyengir jauh lebih baik. Awalnya saya berfikir betapa senangnya pengemudi dilintasan sebelah, karena merasakan betapa nikmatnya berada di lintasan padat merayap. Sungguh kontras kondisinya karena kedua lintasan hanya dibatasi oleh pagar besi yang mana masing-masing pengemudi disetiap lintasan bisa saling melihat.

Hatta aliran kesadaran pun muncul, ada monolog ‘mengapa harus disesalkan ? ‘. Akhirnya sy teringat kepada tujuan utamanya yaitu menuju kota tujuan, sehingga emosi bisa diredam dan kondisi dilintasan sebelah pun tidak dihiraukan lagi. Menikmati lintasan padat dan merayap sungguh menyenangkan karena pada dasarnya sy sedang melewati proses latihan kesabaran. Biasanya semua proses latihan yang bermanfaat akan membawa hasil yang bermanfaat pula, pada sudut pandang ini akhirnya sy bisa menikmati perjalanan tersebut. Paling tidak jika tidak memilih lintasan tersebut mungkin tulisan ini tidak akan dimuat.

Jalan yang dipilih adalah bagian dari kehidupan sehingga wajib untuk disyukuri dan tentunya harus disadari bahwa jalan tetaplah jalan, karena pada dasarnya ada tujuan dari setiap jalan yang dipilih. Ketika memilih suatu jalan maka harus bersiap dengan rintangan-rintangan yang harus dilalui. Memilih jalan yang sudah diketahui atau pernah dilalui relatif lebih mudah dibandingkan dengan jalan yang belum pernah dilalui sama sekali. Mana yang lebih baik? jawabannya adalah tergantung dari selera masing-masing, asal saja siap pada setiap resiko yang harus ditelan.

Jalan tetaplah jalan karena yang terpenting adalah tujuan dari setiap jalan yang dipilih.

Feb
22

Sang putri yang jauh disana didalam sejarah maupun didalam dongeng tetap saja menginspirasi, bahwa ternyata ada sosok wanita sempurna yang pernah diketahui oleh akal manusia. Sosok sang putri digambarkan sebagai wanita yang cantik, anggun, baik hati, santun, berwibawa dan flamboyan. Sang putri tinggal disebuah istana yang megah dialah anak dari sang raja. Dikisahkan sang putri dipuja oleh para lelaki seluruh negeri namun sang putri belum pernah tersentuh oleh laki-laki manapun kecuali oleh suaminya kelak. Sungguh beruntung laki-laki yang menjadi suaminya, beruntung lah jika laki-laki itu adalah pangeran dari kerajaan tetangga. Sebaliknya sungguh malang nasib laki-laki dari kelas bukan ningrat.

Begitulah pencitraan dari sang putri padahal sang putri juga manusia, punya segudang kekurangan namun kekurangannya jarang diekspos sehingga nampaklah dia begitu sempurna. Seorang laki-laki sejati mendambakan sosok wanita yang sempurna yang nanti akan dipinangnya. Wanita sempurna seperti Sang Putri. Namun mencari wanita yang sempurna hanyalah memboroskan waktu saja. Karena tidak akan pernah puas akal dan perasaan mengenai gambaran sempurna dari seorang mahluk. Sungguh tidak adil untuk mencari kesempurnaan dari orang lain padahal pada hakikatnya tidak ada mahluk yg sempurna.

Bisa menerima kekurangan dan mengoptimalkan kelebihan adalah modal dasar untuk mendapatkan sesuatu yang dicari, itu lebih baik daripada terus menuntut sesuatu yang sempurna seperti pencitraan sang putri dinegri dongeng. Dalam kenyataan terlalu banyak wanita yang bernama putri , terlalu banyak simbol yang dilabeli putri (Putri Indonesia, putri keraton atau putri kosmetik) , atau ada juga wanita yg katanya berdarah biru dengan bodohnya memerankan dagelan sebagai putri keraton.

Istilah putri tak lebih dari hasil pencitraan orang-orang akan sosok wanita yang sempurna. Namun gambaran kesempurnaan seperti itu tidak berguna lagi karena pencariannya adalah sia-sia.

Feb
20

Kematian adalah resiko terbesar dalam kehidupan, karena kematian adalah akhir dari segalanya, ‘pemotong’ terhadap segala kesenangan, kenikmatan atau penderitaan selama hidup didunia. Kematian akan datang kepada siapa saja yang masih bisa bernafas dan masih dikatakan hidup. Kematian terjadi melalui sejuta sebab dan kemanapun, dimanapun, kapanpun dia selalu mengintai. Kedatangannya sangat tidak diharapkan, namun menjauhkan diri untuk tidak memikirnya, pun  tidak menjamin terbebas olehnya.

Kematian adalah pertanda akan ‘fana’ nya segala sesuatu yg ada didunia karena pada dasarnya kehidupan adalah fungsi dari waktu dan akan berakhir pada waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.

Sekarang aku membayangkan…

Jika kematianku semakin dekat aku takut menghadap  Tuhan ku mengingat terlalu kotor diri ini..

Jika kematianku semakin dekat aku menyesal betapa banyak waktu berharga dimasa lalu yg terbuang sia-sia..

Jika kematianku semakin dekat aku sedih karena segala harapan ku didunia ini sirna..

tapi aku tidak bisa protes yang bisa kulakukan hanyalah mempasrahkan semuanya pada-Nya.

Namun dilain pihak…

kematian adalah semangat dan kematian adalah sumber dari segala kebahagiaan,

jika kematianku semakin dekat aku akan sangat bersemangat untuk memperbaiki diri..

jika kematianku semakin dekat aku akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk sesuatu yang berguna..

jika kematianku semakin dekat aku akan akan bahagia karena aku tengah mengejar harapanku dengan sungguh-sungguh..

Hidupku didunia hanyalah kali ini saja, apakah aku akan…

membiarkan diri menjadi penakut yang tidak berani membuat mimpi ?

membiarkan diri menjadi pecundang yang menyerah terhadap  keadaan ?

membiarkan diri menjadi pengecut yang memandang kehidupan dari sisi ketakberdayaan dan kebimbangan ?

membiarkan diri menjadi sampah busuk karena terpengaruh oleh ‘lingkungan yang busuk’ ?

membiarkan diri menjadi buih yang terombang-ambing oleh ombak lautan  ?

berjuang untuk ‘menciptakan sesuatu’ untuk kehidupan dan peradaban ?

aku tidak tahu kapan waktunya tiba, bisa saat ini juga, esok, esok lusa atau … aku tidak tahu yang kutahu kematian pasti terjadi pada siapa saja kapanpun dan dimanapun juga.

Dan selalu berfikir kematian semakin dekat adalah lebih baik jika berfikir sebaliknya.

kematian adalah sebagaian dari tanda-tanda kebesaran-Nya.

Kematian adalah Kehendak dari Dzat Yang Maha Tunggal.

Dia Yang Menghidupkan, Dia Yang Mematikan dan ‘Dia Yang Menghidupkan Kembali’.

Dia lah Allah Dzat Yang Maha Kekal.

Feb
02

Menjadi ksatria adalah pilihan seorang laki-laki sejati. Berjuang demi sebuah harapan dan terus mempertahankan keyakinan sampai tetes darah penghabisan, Dalam perjalanan waktunya para ksatria memperkuat diri dengan ilmu yang terus dituntutnya dalam jalan kebenaran. Hari-hari nya disisi oleh pertempuran-pertempuran kecil maupun besar kadang kalah kadang menang, setiap kalah dan jatuh dia bangkit kemudian mengambil pelajaran dari kekalahannya untuk bertempur kembali. Proses tiada henti ‘infinite loop’ sepanjang hayatnya. Ketika mereka memenangkan pertempuran dia tidak menjadi sombong justru itu mereka akan takut terbuai oleh kemenangan.

Para ksatria jumlahnya sedikit mereka pemberani mereka bukan orang gila yang menggilai pertempuran atau peperangan. Bertempur adalah jalan mereka disana mereka menemukan kebahagiaan bukan kemenangan tapi proses bertempurnya itu sendiri. Kelak mereka akan membangun istana mereka menjadi raja mereka memerintah untuk kemakmuran dan kesejahteraan negerinya. Istri mereka adalah wanita suci yang terlindung dalam istana yang kokoh mereka adalah putri istana yang sangat terjaga kesuciannya.

Merekalah yang selalu membuat SEJARAH, mereka faktor kunci perubahan kearah lebih baik dari sebuah negeri mereka adalah para ksatria.

Hideyosi Toyotomi Sang Taiko

May
25

Bismillahirohmanirohim.

Pagi yang cerah langit nyaris biru, mentari perlahan mulai meninggalkan perpaduannya mulai bekerja melakukan tugas sucinya. Titik ini adalah awal dari sebuah masa gemilang yang akan terjadi, sebuah masa dimana kemenangan gemilang akan diraih melalui rangkaian pertarungan, pertempuran dan peperangan.

Tantangan memang luar biasa sulit Musuh memang luar biasa kuat, rasa takut pun datang menghantui. Namun itu bukanlah alasan untuk menyerah atau pergi berbalik, menaklukan tantang yang sulit musuh yg kuat dan rasa takut yg datang adalah kebahagian besar. Sehingga pertanda di pagi ini memang benar adanya kemenangan gemilang akan diraih melalui pertarungan, pertempuran dan peperangan.

Oct
19

No time left for you
On my way to better things
No time left for you
I’ll find myself some wings
No time left for you
Distant roads are calling me
No time left for you
Time,time,time,time

No time for a summer friend
No time for the love you send
Seasons change and so did I
You need not wonder why
You need not wonder why
There’s no time left for you
No time left for you

No time left for you
On my way to better things
No time left for you
I’ll find myself some wings
No time left for you
Distant roads are calling me
No time left for you
Damn game,damn game,damn

No time for a gentle rain
No time for my watch and chain
No time for the killing floor
No time for the killing floor
There’s no time left for you
NO time left for you

No time for a summer friend
No time for the love you send
Seasons change and so did I
You need not wonder why
You need not wonder why
There’s no time left for you
No time left for you

No time, no time, no time
No time, no time, no time

I got,got,got,got,got no time
I got,got,got,got,got no time
I got,got,got,got,got no time
No no no no no no no no no time
No no no no no no no no no time
I got,got,got,got,got no time