The Proggiehouse
To Think To Share To Move Progressively!

Tentang Berfikir

Berfikir bagi sebagian orang sangatlah menyenangkan sampai2 dia beronani dengan hal itu. Bagi sebagian yang lain berfikir merupakan pekerjaan yang berat seberat mengangkat batu yang beratnya 100 kali berat dirinya. Berfikir merupakan ciri khas manusia, itu lah salah satu sifat yang dimiiliki manusia sehingga dikatakan berbeda dengan Binatang. Salah banyak nya misalnya: makan, minum, bernafas, hajatan besar/kecil, dan  sex.

Jika melihat sejarah peradaban manusia, bangsa Yunani mempunyai kebiasaan unik yaitu : “terobsesi mendalami pikiranya”., Orang2 Yunani pada waktu itu mempunyai keyakinan bahwa hakikat dirinya hidup bukan hanya bersenang2 dan sekedar menikmati hidup tapi ada yang lain. Banyak dari mereka yang cenderung menghabiskan waktunya “mencari” sesuatu melalui proses abstrak dalam fikirannya. Sehingga wajar kebiasaan unik ini telah menjadi tradisi kemudian melahirkan pemikir2 besar dan pada akhirnya berkontribusi bagi peradaban umat manusia sampai saat ini.

Namun berfikir itu sendiri ada ilmunya, susah2 gampang ternyata…ada tatacara nya ada etika nya juga. Dimasa depan pekerjaan2 yang lebih banyak mengandalkan otot akan digantikan dengan robot lalu manusianya mengerjakan perkejaan yang mengandalkan mesin dikepalanya. Kompleksitas yang dihadapi oleh manusia modern kian kompleks, sehingga diperlukan jurus berfikir yang fresh nan elegan. Terkadang sering heran melihat tingkah laku seorang sarjana S1 sampai sekaliber professor sekalipun yang tampak “tidak-maju2” dalam mencari solusi dari permasalahan tertentu. Ada kesan muter-muter, ada kesan terlalu bercabang, ada kesan tidak konsisten bahkan terlalu kreatif sampai menciptakan masalah baru pada akhirnya. Padahal orang2 itu digembleng dengan berbagai metode penyelesaian yang beragam untuk setiap bidangnya. Ada juga orang yang mencari kesenangannya ketika berfikir,mungkin  sah-sah saja untuk dilakukan. Tetapi jika ini menyangkut sebuah pekerjaan yang ada masa expired nya menyangkut kepentingan bersama ,gaya berfikir seperti itu bisa menjadi bencana. Nampaknya semakin menguatkan bukti bahwa berfikir itu tidak semudah yang dibayangkan, terlalu banyak jebakannya…

Selidik demi selidik ternyata ada kekuatan lain yang dimiliki manusia, kekuatan emosional dan kekuatan spiritual. Dan sayangnya 2 kekuatan itu bisa mempengaruhi “kesucian” berfikir nya. Banyak orang yang mempercayai bahwa semakin dalam orang berfikir semakin bijak ia. Namun apakah Hitler tidak berfikir secara mendalam ?  Tidak. Dan Hitler pun seorang jenius dalam merancang sebuah arsitektur rencana penguasaan dunia yang manjur. Namun ekses nya banyak merugikan orang2 yang tidak berdosa.Rupanya inisiatif berfikir ini ada “dalangnya” dan kekuatan emosional dan kekuatan spritual lah yang sering mendalangi itu semua.Beruntung dalangnya baik, jika tidak bisa jadi bencana juga.

Cara terbaik adalah dengan membebaskan otak berfikir  itu dari penjara 2 kekuatan  dalam kapasitas ke-dua kekuatan itu tidak relevan lagi untuk diterapkan atau bersifat destruktif.  Mungkin setiap orang punya gayanya masing2 dalam membetulkan jejak nalar berfikir di otaknya. Namun secara umum berfikir yang baik adalah berfikir yang jujur dan objektif. Bukan sebaliknya, sehingga tidak bakal dijumpai kasus2 seperti yang diceritakan sebelumnya mengenai bencana2 yang justru dihasilkan dari orang2 yang “telah berfikir”.

the thinker

Advertisements

No Responses to “Tentang Berfikir”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: