The Proggiehouse
To Think To Share To Move Progressively!

Aug
22

Insan dengar resah renyah
Mengentik teduh terang
Meminta pintu merdeka

Di puncak nestapa
Gelora jiwa menanti-nanti
Harapan tiba

[Reff:]
Dedawannya buai benak
Melembab dera peka
Dihimpit dalam gundah gulana
Di pundak siapa meninggi bintang
Memegah tegap bijaksana

Oh.. lentera
Birumu lentera cerah ceria
Jangkaulah cita-citamu jua
Ooh.. bahagia
Ooh.. bahagia
Ooh.. tantangan, rintangan
Membidik jalan kedamaian

[ulangi dari Reff:]

Pintaku teguhkan batinmu

Pintaku teguhkan batinmu

Pintaku teguhkan batinmu

——————————————————————————————————

Jika ingin mendolot mp3 nya, silahkan kunjungi blognya kang aji di :

http://siliaji.wordpress.com/2009/07/31/request-ke-35-lagu-lawas/

Aug
11

Sajak Seorang Tua untuk Istrinya….

Aku tulis sajak ini untuk menghibur hatimu…

Sementara kau kenangkan encokmu

Kenangkan lah pula masa remaja kita yang gemilang

Dan juga masa depan kita yang hampir rampung

Dan dengan lega akan kita lunaskan

Kita tidaklah sendiri dan terasing dengan nasib kita

Karena soalnya adalah hukum sejarah kehidupan

Suka duka kita bukanlah istimewa karena setiap orang mengalaminya

Hidup tidak lah untuk mengeluh dan mengadu

Hidup adalah untuk mengolah hidup

Bekerja membalik tanah memasuki rahasia langit dan samudera

Serta MENCIPTA dan MENGUKIR DUNIA

Kita menyandang tugas karena tugas adalah tugas

Bukannya DEMI SURGA atau NERAKA

Tetapi DEMI KEHORMATAN seorang manusia

Karena sesungguhnya kita bukan debu meski kita telah reot tua renta dan kelabu

Kita adalah KEPRIBADIAN dan harga kita adalah KEHORMATAN kita

Tolehlah lagi kebelakang

Kemasa silam yang tak seorang pun kuasa menghapuskannya

Lihatlah betapa tahun2 kita penuh warna 90 tahun yang dibelai nafaskita

90 tahun yang selalu bangkit melewatkan tahun2 lama yang porak-poranda

Dan kenangkanlah pula bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa

Menghadapi langit dan bumi dan juga nasib kita

Kita tersenyum bukanlah karena bersandiwara

Bukan karena senyuman adalah satu kedok

Tetapi karena senyuman adalah satu sikap

Sikap kita untuk tuhan manusia sesama nasib dan kehidupan

Lihatlah 90 tahun penuh warna

Kenangkanlah bahwa kita telah selalu menolak menjadi KOMA

Kita menjadi goyah dan bongkok karena usia nampaknya lebih kuat dari kita

Tapi bukan karena kita terkalahkan

Aku tulis sajak ini untruk menghibur hatimu

Sementara kamu kenanggkan encokmu

Kenangkan pula bahwa kita DITANTANG SERATUS DEWA !!!

ws-rendra

Jul
29

Sudah memasuki musim panas di sebagian wilayah di Indonesia, kususnya dibandung ini musim panas tahun ini sama2 wonderful nya dengan musim panas tahun2 sebelumnya. Musim panas di Bandung ditandai dengan langit yang selalu cerah baik saat siang maupun saat malam. Berikutnya udara malam sangat dingin menusuk, pada siang hari udara terasa sejuk cuaca tidak membuat gerah dan berkeringat selama tidak berjemur. Faktor yang menyebabkan nya adalah awan, ktika langit berawan radiasi panas yang dipancarkan oleh permukaan bumi akan dipantulkan kembali. Sehingga suhu udara semakin meningkat dan kelembapan air semakin meningkat (*kasus dibandung). Oleh karena itu pagi hari disaat musim panas lebih dingin daripada pagi hari dimusim hujan, begitu pun utk kasus suhu udara dimalam hari.

Saat masih kuliah dulu musim panas di bandung banyak dihabiskan dikampus, dirumah atau pergi ke t4 spt ciwidey dan lembang. Semua tempat itu mempunyai kesamaan yaitu, tempat hijau yg dikelilingi oleh pohon2 rindang. Dapat dibayangkan berada dikerindangan pohon ktika diluar sana matahari bersinar terik..namun angin sejuk menerpa dengan lembut..tak terasa panas ataupun gerah…hanya sejuk saja seperti disurga. Atau sesekali meneduhkan diri di sekitar hutan babakan siliwangi saat siang hari, ini juga ide yang tidak buruk.Dan syukur ku ucapkan musim panas tahun ini tak kalah sejuknya dengan musim panas tahun2 sebelumnya..

Pesona bandung memang menakjubkan.

Dedicated to Pendukung Perlindungan Kawasan Hutan Baksil

Dedicated to Pendukung Perlindungan Kawasan Hutan Baksil

Jul
27

Berfikir bagi sebagian orang sangatlah menyenangkan sampai2 dia beronani dengan hal itu. Bagi sebagian yang lain berfikir merupakan pekerjaan yang berat seberat mengangkat batu yang beratnya 100 kali berat dirinya. Berfikir merupakan ciri khas manusia, itu lah salah satu sifat yang dimiiliki manusia sehingga dikatakan berbeda dengan Binatang. Salah banyak nya misalnya: makan, minum, bernafas, hajatan besar/kecil, dan  sex.

Jika melihat sejarah peradaban manusia, bangsa Yunani mempunyai kebiasaan unik yaitu : “terobsesi mendalami pikiranya”., Orang2 Yunani pada waktu itu mempunyai keyakinan bahwa hakikat dirinya hidup bukan hanya bersenang2 dan sekedar menikmati hidup tapi ada yang lain. Banyak dari mereka yang cenderung menghabiskan waktunya “mencari” sesuatu melalui proses abstrak dalam fikirannya. Sehingga wajar kebiasaan unik ini telah menjadi tradisi kemudian melahirkan pemikir2 besar dan pada akhirnya berkontribusi bagi peradaban umat manusia sampai saat ini.

Namun berfikir itu sendiri ada ilmunya, susah2 gampang ternyata…ada tatacara nya ada etika nya juga. Dimasa depan pekerjaan2 yang lebih banyak mengandalkan otot akan digantikan dengan robot lalu manusianya mengerjakan perkejaan yang mengandalkan mesin dikepalanya. Kompleksitas yang dihadapi oleh manusia modern kian kompleks, sehingga diperlukan jurus berfikir yang fresh nan elegan. Terkadang sering heran melihat tingkah laku seorang sarjana S1 sampai sekaliber professor sekalipun yang tampak “tidak-maju2” dalam mencari solusi dari permasalahan tertentu. Ada kesan muter-muter, ada kesan terlalu bercabang, ada kesan tidak konsisten bahkan terlalu kreatif sampai menciptakan masalah baru pada akhirnya. Padahal orang2 itu digembleng dengan berbagai metode penyelesaian yang beragam untuk setiap bidangnya. Ada juga orang yang mencari kesenangannya ketika berfikir,mungkin  sah-sah saja untuk dilakukan. Tetapi jika ini menyangkut sebuah pekerjaan yang ada masa expired nya menyangkut kepentingan bersama ,gaya berfikir seperti itu bisa menjadi bencana. Nampaknya semakin menguatkan bukti bahwa berfikir itu tidak semudah yang dibayangkan, terlalu banyak jebakannya…

Selidik demi selidik ternyata ada kekuatan lain yang dimiliki manusia, kekuatan emosional dan kekuatan spiritual. Dan sayangnya 2 kekuatan itu bisa mempengaruhi “kesucian” berfikir nya. Banyak orang yang mempercayai bahwa semakin dalam orang berfikir semakin bijak ia. Namun apakah Hitler tidak berfikir secara mendalam ?  Tidak. Dan Hitler pun seorang jenius dalam merancang sebuah arsitektur rencana penguasaan dunia yang manjur. Namun ekses nya banyak merugikan orang2 yang tidak berdosa.Rupanya inisiatif berfikir ini ada “dalangnya” dan kekuatan emosional dan kekuatan spritual lah yang sering mendalangi itu semua.Beruntung dalangnya baik, jika tidak bisa jadi bencana juga.

Cara terbaik adalah dengan membebaskan otak berfikir  itu dari penjara 2 kekuatan  dalam kapasitas ke-dua kekuatan itu tidak relevan lagi untuk diterapkan atau bersifat destruktif.  Mungkin setiap orang punya gayanya masing2 dalam membetulkan jejak nalar berfikir di otaknya. Namun secara umum berfikir yang baik adalah berfikir yang jujur dan objektif. Bukan sebaliknya, sehingga tidak bakal dijumpai kasus2 seperti yang diceritakan sebelumnya mengenai bencana2 yang justru dihasilkan dari orang2 yang “telah berfikir”.

the thinker

Jul
24

Dalam sebuah medan pertempuran prajurit berperan sebagai eksekutor dilapangan atas setiap perintah yang diberikan oleh komandannya. Namun prajurit sejati tahu bahwa tujuan dari peperangan adalah kematian, semakin cepat dia sadar akan hal itu semakin cepat pula progressivitas fungsinya sebagai seorang prajurit sesungguhnya.

Dalam menjalankan sebuah misi setiap prajurit harus selalu siap, sigap, dan waspada pada setiap kondisi yang terjadi. Namun prajurit sejati akan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimilikinya dan digunakan secara optimal. Pikirannya, Emosinya dan Spritualitasnya terus diangkat sampai pada level terbaik sepanjang sejarah hidupnya.

Dalam menjalankan misi pertempuran seorang prajurit akan meninggalkan orang2 yang dicintainya dan terkadang merindukan kehangatan cinta dr orang2 yang terkasih. Meskipun secara manusiawi terkadang kerinduan semacam itu bisa menjadi “pain” dalam dirinya, tetapi seorang prajurit sejati tahu bagaimana menyembuhkannya tanpa harus mempengaruhi fungsinya sebagai “seorang prajurit” dan tujuannya berada dalam “medan pertempuran”.

Pasukan Katak

Jun
04

Prita Mulyasari menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni Internasional. Prita dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan sanksi pidana penjara maksimum 6 thn dan/atau denda maksimal 1 milyar rupiah. Sebelumnya, seorang wartawan bernama Iwan Piliang diduga mencemarkan nama baik seorang anggota DPR melalui tulisannya di internet dan dijerat dengan pasal yang sama.

Atas kasus yang menimpa sdri. Prita Mulyasari dengan tuduhan pencemaran nama baik terhadap RS. Omni International, berikut ini pendapat hukum dari saya:

Pertama :
Dalam putusan Mahkamah Konstitusi R.I Nomor 50/PUU-VI/2008 tentang judicial review UU ITE No. 11 Tahun 2008 terhadap UUD 1945, salah satu pertimbangan Mahkamah berbunyi “keberlakuan dan tafsir atas Pasal 27 ayat (3) UU ITE tidak dapat dipisahkan dari norma hukum pokok dalam Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP”.

Pertimbangan Mahkamah tersebut dapat diartikan bahwa penafsiran Pasal 27 ayat (3) UU ITE merujuk pada pasal-pasal penghinaan dalam KUHP khususnya Pasal 310 dan Pasal 311. Berikut petikan pasal-pasal yang dimaksud:

Pasal 27 ayat (3) UU ITE
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Pasal 45 ayat (1) UU ITE
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Pasal 310
(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(3) Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.

Pasal 311
(1) Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

(2) Pencabutan hak-hak berdasarkan pasal 35 No. 1 – 3 dapat dijatuhkan.

Kedua :
Dalam e-mail Prita yang ditujukan kepada teman-temannya, Prita menuliskan kalimat awal berbunyi sebagai berikut:

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya, terutama anak-anak, lansia dan bayi. Bila anda berobat, berhati-hatilah dengan kemewahan RS dan title International karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat dan suntikan

Dan kalimat terakhir berbunyi”

saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.”

Dari kedua kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa sdri. Prita menyampaikan pesan kepada teman-temannya untuk berhati-hati atas pelayanan rumah sakit dan jangan terpancing dengan kemewahannya. Sdri. Prita sengaja menulis pesan tersebut dengan maksud untuk memberi pelajaran penting kepada orang lain demi kepentingan umum untuk lebih berhati-hati/waspada terhadap pelayanan rumah sakit agar tidak terjadi seperti apa yang menimpanya. Dengan demikian, sdri. Prita tidak dapat dikatakan melakukan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, karena pesan yang disampaikan untuk kepentingan umum. Hal ini telah ditegaskan dalam Pasal 310 ayat (3) KUHP bahwa “Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri”.

Ketiga :
Dalam e-mail Prita juga diceritakan banyak hal seputar pengalaman dia sebagai pasien di rumah sakit Omni International. Pada intinya, sdri. Prita kecewa tidak transparansinya informasi yang dia minta kepada pihak manajemen rumah sakit tentang hasil laboratorium. Berikut petikannya :

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000, kepala lab saat itu adalah dr. Mimi dan setelah saya complaint dan marah-marah, dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.”

Petikan di atas menunjukkan bahwa pihak manajemen Omni memiliki catatan hasil lab 27.000 tapi tidak diberikan kepada Prita.

Cerita yang lain menunjukkan bahwa sdri. Prita merasakan bahwa rumah sakit Onmi International melakukan penanganan yang keliru terhadap dirinya. Hal ini dikuatkan oleh revisi hasil lab dari 27.000 menjadi 181.000. Prita berpendapat bahwa karena hasil laboratorium thrombosit 27.000 maka dia diminta menjalani rawat inap, sedangkan hasil laboratorium sebenarnya adalah 181.000 berarti dia tidak perlu rawat inap, cukup rawat jalan. Berikut petikannya:

Dalam kondisi sakit, saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen, atas nama Ogi (customer service coordinator) dan dr. Grace (customer service manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya. Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000 makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.”

Cerita yang lain menunjukkan bahwa sdri. Prita mengalami gangguan kesehatan yang lain akibat perawatan yang dilakukan oleh dr. Hengky, yakni tangan kiri mulai membengkak, suhu badan naik ke 39 derajat, serangan sesak napas, leher kiri dan mata kiri membengkak. Berikut petikannya:

Tangan kiri saya mulai membengkak, saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr. Henky namun dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa, setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr. Henky saja

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr. Henky untuk ketemu dengan kami namun janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr. Henky mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri saya.”

Cerita yang lain menunjukkan bahwa setelah sdri. Prita ditangani oleh rumah sakit yang lain menunjukkan penyakitnya bukan demam berdarah, dan suntikan yang diberikan sewaktu di rumah sakit Omni International tidak cocok dengan kondisi sdri Prita sehingga menimbulkan sesak nafas. Berikut petikannya:

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular, menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak, kalau kena orang dewasa yang ke laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista. Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.”

Keempat :
Dari cerita di atas, sdri. Prita Mulyasari sebenarnya dapat melakukan tuntutan berupa ganti rugi atas penanganan yang keliru dari rumah sakit Omni International, atau melakukan tuntutan pidana. Hal ini telah ditegaskan dalam UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999. Berikut petikannya:

Pasal 19
1. Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.
2. Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi.
4. Pemberian ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak menghapuskan kemungkinan adanya tuntutan pidana berdasarkan pembuktian lebih lanjut mengenai adanya unsur kesalahan.
5. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak berlaku apabila pelaku usaha dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut merupakan kesalahan konsumen.

Kelima :
Perbuatan sdri. Prita Mulyasari menulis pesan lewat e-mail kepada teman-temannya tidak menunjukkan adanya motif atau niat untuk melakukan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik terhadap rumah sakit Omni International. Dengan demikian, perbuatan sdri. Prita tidak memenuhi unsur pidana dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Dalam pasal tersebut mensyaratkan adanya unsur “sengaja” dalam mendistribusikan infomasi elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, sementara perbuatan sdri. Prita tidak bermaksud menghina justru menyampaikan pesan kepada teman-temannya untuk berhati-hati dengan pelayanan rumah sakit.

Keenam :
Pihak Kepolisian seharusnya mampu mengembangkan kasus tersebut dengan kemungkinan adanya tindak pidana yang dilakukan oleh rumah sakit Omni International berupa pelayanan rumah sakit yang merugikan konsumen dengan pasien sdri. Prita Mulyasari, dan tidak langsung berfokus pada soal pencemaran nama baik.

Penulis :
Ronny, M.Kom, M.H
Saksi Ahli judicial review UU ITE di Mahkamah Konstitusi

Jun
02

Begitulah sy menyebut kehidupan di jalan raya, semakin banyak saja jumlah motor dn kendaraan roda 4 lainnya namun tidak diberangi oleh kualitas kesadaran pengendara thd aturan dn tidak adanya penegakan ketertiban oleh aparat sehingga kombinasi unik itu menghasilkan sebuah keadaan yang chaotic. Nampak seperti dunia tanpa hukum karena masing2 salaing mengadu hukum nya masing2…sudah hal yg biasa jika trotoar jalan dipakai oleh para pengendara motor. Saling salip sampai menyumbat saluran jalan yang seharusnya dilalui oleh kendaraan lain, melawan arah pada lajur tertentu, sampai memblokir zebra cross persimpangan lampu merah yg diperuntukan oleh pejalan kaki.

Begitulah ketika aturan dimaknai sebagai sesuatu yg harus dilanggar…sesuatu yg dijadikan atribut tok…

Dari mana datangnya mental2 seperti itu ? Siapa yang mengajarkan ? Apa itu merupakan ekses dari buruknya kepemimpinan para pemimpin? Sampai kapan ini akan berakhir ?

May
14

How to design the system that can process the 50 thousand IDR input money so the  return is 5 Trillion IDR. Assuming the time process is 10 years from now ?????

Apr
03

Beberapa tahun yang lalu sebuah lembaga penilitian di jepang AIST ( Advance Industrial Science and Technology) berhasil menciptakan sebuah teknik visualisasi 3D dalam ruang nyata pada media udara.

Beritkut merupakan contoh visualisasinya :

fig11

Titik putih yang berpendar tersebut merupakan plasma yang dihasilkan oleh sinar laser yang dipakai. Beberapa persyaratan yang harus ada pada laser untuk menciptakan plasma yang berpendar dalam udara adalah :
1. Laser yang dipakai harus tipe “high–brightness infrared pulsed”
2. Pulsa berkas Laser yang ditembakan adalah sebanyak 100 kali dalam 1 detik aka 100 Hz
3. Durasi pemancaran Pulsa Laser harus berada pada orde nano detik aka satu per semilyar detik

Secara garis besar skematik peralatan yang dipakai kira2 seperti ini :

fig2

Jadi selain Laser yang mampu mengemisikan plasma dalam udara dibutuhkan juga semacam proyektor yang digerakan secara mekanik untuk memposisikan titik fokus laser dlm koordiant x-y-z aka ruang 3D.  Disamping itu proyektor ini mampu mengatur intensitas laser sehingga titik2 plasma yang berpendar dapat diatur intensitas aka tingkat keterangannya..

Beberapa variasi pola yang dihasilkan :

fig3

Hasil penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh karakteristik diplay device 2D yang memiliki keterbatasan dalam memvisualisasikan gambar 3D secara sempurna. Boleh jadi teknik visualisasi 3D ini merupakan cikal bakal monitor 3D yang akan menggantikan monitor/device display yang beredar sekarang.

Semakin maju peradaban maka kebutuhan manusianya pun semakin kompleks dan meningkat secara kualitas maupun kuantitas. Suatu hasil riset diharapkan mampu menjawab tantangan itu. Suatu kegiatan riset akan mendorong pada kemandirian sebuah bangsa. Di negeri ini pun ada beberapa lembaga2 riset namun sayang sekali salah asuh,kegiatan riset dipandang hanya merupakan sebuah proyek singkat belaka yang tidak ada kelanjutannya. Komunikasi antara lembaga riset, Industri, masyarakat dan pemerintah pun tidak terbangun dengan baik. Sehingga hasil riset yang dilakukan oleh lembaga riset tidak sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat pada saat itu. Pemerintah pun tidak cukup sabar dan visioner dalam mendukung kegiatan riset yang dilakukan. Dilain pihak kegiatan riset pun rentan untuk dipolitisir sehingga menyimpang dari tujuan riset itu sendiri.

Bagi kebanyakan kalangan di negeri ini, meriset itu pekerjaan yang penuh resiko dan tidak visibel. Namun kegiatan riset yang benar seharusnya dapat menciptakan kemandirian sebuah bangsa. Kemandirian sebuah bangsa merupakan salah satu faktor yang menjadikan kita sebagai bangsa yang KUAT dan DISEGANI oleh bangsa lainnya.

Apr
01

Selamat ber-Bulan Baru…semoga dibulan ini produktivitas diri semakin meningkat dn tentu saja berharap akan merasakan hal2 baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya..